Showing posts with label jalan-jalan. Show all posts
Showing posts with label jalan-jalan. Show all posts

Monday, November 3, 2008

Keroncongan di Solo


Kembali dikasih cobaan nikmat sama Tuhan berupa jalan-jalan ke Solo gratis..tis..tis..Bukan jalan-jalan biasa, tapi jalan-jalan untuk ber-keroncong. Nah loh, bagi saya, ini adalah godaan yang tak bisa ditolak.

Ceritanya begini..

Tante Sundari Soekotjo (TSS) berhasrat untuk mengadakan konser keroncong dengan kemasan yang ‘rapi’ dan eksklusif, yang di dalam acara tersebut diberikan penghargaan kepada beberapa seniman keroncong yang konsisten di jalurnya. Selain itu, beliau juga menginginkan ada semacam workshop keroncong sebagai media bagi para seniman keroncong untuk silaturahmi dan bertukar pikiran. Untuk tim woro-woro dan bantu-bantu dipakailah kami dari komunitas keroncong cyber dan TJROENG.

Jadi, di situlah saya dan beberapa orang teman komunitas lainnya, terdampar di SOLO, bolos dari rutinitas masing-masing. Tim kami yang berangkat adalah: saya, Mas Adi (bosnya komunitas kroncong), Mas Bambang, Mas Wiwied, Mbak Isna (bendahara Tjroeng), Pak Imam (orang top se-bogor), Bang Andre (bos-nya kroncong tugu), Zeth dan Kornel (mahasiswa Jogja yg juga anggota komunitas kroncong).

Sesampainya kami di Solo setelah menempuh perjalanan dari Bandung naek mobil, kami langsung bebersih badan, istirahat sebentar, dan sok sibuk ngurus-ngurus sarasehan.

Tunggu…tunggu..kenapa saya jadi males gini ya mau cerita? Panjang bo’. Males...hehehe twisted


Trip to Malaysia: Tuhan Maha Penggoda

Itu yang aku teriakkan ketika tiba-tiba di pagi buta, saat masih enak2nya melingkar di kasur, dapet tawaran mengejutkan dari Ayah untuk pergi “maen-maen” ke Malaysia. Oh oke, ada sedikit misinya juga sih. Jadi gini ceritanya. Adiknya mama yang jadi TKI, sebagai pilot, di Malaysia pengen supaya anak perempuannya yang masih SMP dan tinggal di Indonesia pergi ke Malaysia selama liburan sekolah lalu. Nah om-ku itu minta supaya aku nemenin dia ke Malaysia. Awalnya aku nolak dengan alasan…SKRIPSI….SIBUK. Ceritanya sih mencoba untuk fokus dan konsisten, walopun dengan hati yang sangaaat berat. Jadilah akhirnya si Dita—adikku—yang diutus untuk nemenin Putri, sepupuku itu. Tentu saja ongkos dan akomodasi Dita ditanggung si om dong.

Seminggu sebelum keberangkatan, di Minggu pagi yang damai, keluargaku kumpul di depan komputer dan berselancar untuk pesen tiket pesawat online.Dan itulah saatnya, ketika si Ayah ujug-ujug ngebangunin aku dengan paksa dan nanya: “mau gak kamu ke Malaysia? Cepetan jawab dong! Kalo mau sekalian dipesenin tiket nih.” Aku yang setengah tidur gak terlalu antusias, malah nanya-nanya tentang siapa yang bayar ongkosku dan bagaimana dengan skripsiku. Dan sampai akhirnya kepalaku ngangguk, bilang “iya”, senyum senang, dan tidur lagi.

Setelah terbangun 15 menit kemudian, baru aku ngeh kalo ayah memang bener2 beliin tiket juga untuk aku. Jadi maksudnya, Dita dibayarin Om, nah kalo aku ditraktir Ayah. OMG…beneran nih aku berangkat?! Gak percaya ditawarin rejeki nomplok pagi-pagi. Senang!

Keesokan harinya, aku langsung ngurus pasport lewat jalan cepet yang cuman 3 hari (boleh gak sih?). Tapi akhirnya aku mikir juga, gimana dengan skripsiku? Aku kan udah komit untuk fokus. Bisa kacau semuanya nih. Sekali gak komit, bakal terus-terusan gak komit. Saat itu aku sempet menyesal.

Tuhan memang Maha Pengoda. Dia tahu betul bagaimana cara menggoda mahlukNya. Dia tahu betul jalan-jalan adalah kesukaanku, dan dengan itu pulalah Dia kembali menggodaku. What a guilty pleasure.

Jadilah Aku dan Dita pergi ke Malaysia nemenin Putri…Hooray!!